Smith Cart

Mengetahui respon impedansi antenna, dengan nilai real dan imaginer.Untuk mengetahuinya menggunakan alat ukur Network Analizer

Polarisasi antenna

merupakan karakter medan listrik dan magnet ketika antenna beroperasi.Ada beberapa jenis polarisasiyang dikenal,linear,circular

return loss antenna

Mengetahui kinerja antena baik atau tidak bisa dilihat Return loss, yang merupakan hubungan daya (db) terhadap frekuensi

Polaradiasi petern

Bentuk tiga dimensi polaradiasi antenna dipole diatas hasil simulasi dari software

Chamber Antenna

Untuk mengahasilkan pengukuran antenna yang memiliki validitas, diperlukan ruang khusus yg berupa chamber antenna

Showing posts with label Antenna Theory. Show all posts
Showing posts with label Antenna Theory. Show all posts

Antenna Theory

Temen - temen tentunya sudah tau klo antenna disajikan dengan banyak rumus yang rumit. Saya sajikan yang kata-kata saja...

Definisi antenna
Menurut Antenna research from Miller & Beasley, 2002 Sebuah antenna adalah element rangkaian yg merubah bentuk gelombang terbimbing pada saluran kabel(Tx) ke dalam gelombang ruang bebas dan menangkap semua gelombang electromagnetic, dan sebaliknya-Rx.  readmore

Proses Radiasi Antena 
Antena merupakan jenis saluran transmisi saja. Namun saluran transmisi dari antena memiliki sifat yang tidak terbimbing. Dimana dia memancar bebas ke udara memilik sifat sesuai daerah yang dilalui sinyal antena. readmore


Daerah medan antena
maksud dari bagian ini adalah, karakteristik antena dibedakan terhadap fungsi jarak. Mungkin temen-temen masih bingung ya? yang saya maksud, antena dipandang sebagai sumber titik yang meradiasi. readmore


Direktivitas Antena 
Didefinisikan sebagai rasio dari intensitas radiasi antena terhadap intensitas radiasi rata-rata readmore


Arah Radiasi Antena
Antena karena memencarkan sinyal yang melaluinya, maka setiap antena memiliki karakteristik yang berbeda juga. Kita mengenal empat (4) arah radiasi antena diantaranya: readmore


VSWR(Voltage Standing Wave Ratio)
Pada dasarnya antena memancarkan daya yang diberikan dari sitem. Namun antena dipengaruhi terhadap impedansi yang ada pada antena itu sendiri. Hanya saja jikalau impedansi antena sesuai(match) dengan impedansi saluran.readmore


Rugi-rugi balik (Return Loss)
merupakan parameter yang mengindikasikan power yang hilang ke beban dan tidak kembali sebagai pantulan. Gelombang pantul mendahului format gelombang berdiri ketika di transmisi maupun di antena. readmore


Efisiensi antenna
Adalah parameter yang diambil untuk menghitung besarnya rugi2x pada terminal antena dan dari strucktur antena. Rugi2x antena disebabkan oleh Pantulan karena ketidak cocok(match) antara transmisi kabel dan antena.readmore


Beamwidth Antena
Merupakan sebuah sudut ukur dari mainlobe (beam utama) terhadap yang lainnya(atau keduanya) dari arah beam vertical maupun beam arah horizontal.
Banyak definisi dari beamwidth diantaranya: readmore


Polarisasi antena
Merupakan orientasi dari medan listrik(E) pada beberapa titik di ruang bebas yang disesuaikan dengan fisik dari antena tersebut. Ada beberapa jenis polarisasi diantaranya: readmore


Impedansi antena
ada tiga macam impedansi antenna yang berhubungan dengan antena, diantaranya:
1. Impedansi terminal antena
2. Impedansi karakteristik antena
3. Impedansi gelombang,
readmore


Resiprositas antena
Karakteristik antena semua sama, sehingga sebuah antena dapat difungsikan sebagai antena penerima maupun antena pemancar. Jadi dapat bertindak Tx maupun Rx. readmore







Resiprositas antena

Karakteristik antena semua sama, sehingga sebuah antena dapat difungsikan sebagai antena penerima maupun antena pemancar. Jadi dapat bertindak Tx maupun Rx.
Dibawah ini gambarnya ya:



Dari teori resiprositas ini, kita dapat menggunakannya dalam pengukuran antena. Jadi dalam pengukuran polaradiasi antena, antena uji (antena yang akan ditest) dapat berfungsi sebagai antena penerima maupun antena pemancar.

Impedansi antena

ada tiga macam impedansi antenna yang berhubungan dengan antena, diantaranya:
1. Impedansi terminal antena
2. Impedansi karakteristik antena
3. Impedansi gelombang

impendansi antenna akan mempengaruhi nilai VSWR dan Return loss dari antenna tersebut. Komponen impedansi antenna berupa nilai real dan imaginer (Z = R + JX). Jadi tidak murni komponen real saja, sedangkan pada saluran yang berupa kabel tersebut bernilai real saja.

impedansi antenna yang baik murni real saja misalkan 50 Ohm. Namun hal ini tentu sulit untuk dipenuhi.

Polarisasi antena

Merupakan orientasi dari medan listrik(E) pada beberapa titik di ruang bebas yang disesuaikan dengan fisik dari antena tersebut. Ada beberapa jenis polarisasi diantaranya:
1. Polarisasi linear
Linear Vertikal


Linear Horizontal




2. Polarisasi Circular atau Elliptical

Circular X


Circular Y


Antara antena pemancar dan penerima harus memilki polarisasi yang sama. Jika tidak sama, akan mengakibatkan loss daya yang ada di penerimaan. Misalkan saja antenna pemancar menggunakan linear horizontal, sedangkan antena penerima menggunakan linear vertical. Tentunya hal ini akan menyebabkan PLF(Polarization loss factor).

Dalam pemilihan polarisasi suatu antena harus disesuaikan dengan penggunaan dan daerah yang akan dipasangkan.

Beamwidth Antena

Merupakan sebuah sudut ukur dari mainlobe (beam utama) terhadap yang lainnya(atau keduanya) dari arah beam vertical maupun beam arah horizontal.
Banyak definisi dari beamwidth diantaranya:

1. HPBW(half power beamwidth)3 dB beamwidth



Merupakan sudut pancaran antena dimana dayanya turun setengah (-3dB) terhadap daya terima paling besar (reverensi). Pada umumnya, sudut HPBW antena ini digunakan untuk menentukan besarnya azimuth antena.
Dalam spesifikasi antena kita mengenal banyak azimuth antena, misalkan saja(satuan sudut=derajat): 45,60,90,120, dll.


2. 10 dB beamwidth


Merupakan sudut pancaran antena dimana dayanya berkurang 10x (-10dB) dari daya terima paling maksimal.

3. First null beamwidth (FNBW)


Merupakan sudut pancaran antena dimana daya terimanya yang paling tinggi diantara daya terima lainnya.

Dari ketiga jenis beamwidth tersebut dapat kita lihat:
• Antenna dengan sudut beamwidth yang lebar ditunjukkan pada -10dB. Sudut beamwidth yang lebar mengakibatkan gain antena menjadi kecil. Karena daya yang ada sudah tersebarkan pada sudut pancaran polaradiasi tersebut.
• Antenna dengan sudut beamwidth yang sempit ditunjukkan pada FNBW. Semakin kecil sudut FNBW , maka antena tersebut memilki gain yang besar.

Efisiensi antenna

Adalah parameter yang diambil untuk menghitung besarnya rugi2x pada terminal antena dan dari strucktur antena. Rugi2x antena disebabkan oleh Pantulan karena ketidak cocok(match) antara transmisi kabel dan antena.

dibawah ini gambar grafik efisiensi antena :


ini juga ya..

Rugi-rugi balik (Return Loss)

merupakan parameter yang mengindikasikan power yang hilang ke beban dan tidak kembali sebagai pantulan. Gelombang pantul mendahului format gelombang berdiri ketika di transmisi maupun di antena.

1. Dibawah ini gambar return loss yang memiliki bandwidth antenna yang sempit:


2. Dibawah ini gambar return loss yang memiliki bandwidth antenna yang lebar:

VSWR(Voltage Standing Wave Ratio)

Pada dasarnya antena memancarkan daya yang diberikan dari sitem. Namun antena dipengaruhi terhadap impedansi yang ada pada antena itu sendiri. Hanya saja jikalau impedansi antena sesuai(match) dengan impedansi saluran.

1. gambar gelombang tampilan gelombang berjalan:


2. gambar nilai VSWR (sebagai fungsi rectangular)


3. Gambar nilai VSWR (Sebagai fungsi Polar)

Direktivitas Antena

Didefinisikan sebagai rasio dari intensitas radiasi antena terhadap intensitas radiasi rata-rata.




Dengan kata lain Direktifitas adalah Intesitas radiasi antena tersebut dibandingkan dengan intensita radiasi isotropis. Dibawah ini gambar directivitas berbentuk 3 dimensi:

Arah Radiasi Antena

Antena karena memencarkan sinyal yang melaluinya, maka setiap antena memiliki karakteristik yang berbeda juga. Kita mengenal empat (4) arah radiasi antena diantaranya:

1. Antena Isotropis.


antena isotropis hanya digunakan sebagai antena model saja. Hal ini dikarenakan antena isotropis memiliki sifat sebagai berikut:
a. Besarnya daya terima (rsl/receive signal level) adalah sama disemua titik.
Jadi tidak ada rugi-rugi (loss daya) yang ditimbulkan. Hal ini tentunya berlawanan dengan didunia nyata, dimana redaman yang disebabkan ruang bebas adalah besar.
b. Bentuk/pola radiasi yang ditimbulkan dari antena isotropis adalah sama seperti bola. Tentunya hal ini juga berbeda dengan antena nyata.


2. Antena Monopole


Arah radiasi antena monopole berarti setengah bola. Karena element yang meradiasi hanya satu saja.

3. Antena Dipole


Arah radiasi antenna merupakan bentuk tiga dimensinya. Bentuk radiasi dari dipole ini seperti bola. Namun bukan bola penuh, tetapi hanya bola yang berlubang ditengahnya.


4. Antena sektoral

Daerah medan antena

maksud dari bagian ini adalah, karakteristik antena dibedakan terhadap fungsi jarak. Mungkin temen-temen masih bingung ya? yang saya maksud, antena dipandang sebagai sumber titik yang meradiasi.

Dari sumber titik yang meradiasi tersebut ditinjau sebagai fungsi jarak. Karena dengan mengamati antena sesuai jarak, maka akan memiliki sifat yang berbeda juga. Daerah medan antena terbagi menjadi tiga(3) bagian sesuai dibawah ini:
1. Daerah medan dekat Reaktiv
2. Daerah medan dekat Radiasi (Fresnell zone)
3. Daerah medan Jauh (Fanhoufer zone)

Proses Radiasi Antena

Antena merupakan jenis saluran transmisi saja. Namun saluran transmisi dari antena memiliki sifat yang tidak terbimbing. Dimana dia memancar bebas ke udara memilik sifat sesuai daerah yang dilalui sinyal antena.

Antena meradiasi karena ada inputan sinyal informasi yang berupa sinyal RF. Dimana sinyal RF tersebut tentunya sudah disesuaikan frekeunsi kerjanya. Dibawah ini pembagian frekuensi di dunia:

Definisi Antena


Definisi antenna
Menurut Antenna research from Miller & Beasley, 2002

Sebuah antenna adalah element rangkaian yg merubah bentuk gelombang terbimbing pada saluran kabel(Tx) ke dalam gelombang ruang bebas dan menangkap semua gelombang electromagnetic, dan sebaliknya-Rx.


• Antena merupakan satu konduktor elektrik(Single antenna) atau banyak konduktor elektrik(array).

• Dalam system komunikasi dua arah (full duplex), antena dapat berfungsi ganda (memancarkan dan menerima).

Definisi antena menurut IEEE
The official IEEE definition of an antenna as given by Stutzman and Thiele [4] follows the concept: “That part of a transmitting or receiving system that is designed to radiate or receive electromagnetic waves”.

(Antena merupakan struktur metalic didesign untuk proses radiasi dan menerima gelombang elektromagnetik)